Sungai Cinambo Menyempit dan Tersumbat Runtuhan, Farhan: Penanganan Banjir Harus dari Hulu!

Bagikan Artikel

BANDUNG. – Masalah banjir yang kerap menghantui kawasan Jalan Provinsi A.H. Nasution, tepatnya di Kelurahan Pasir Jati, Kecamatan Ujungberung, mendapat atensi serius dari orang nomor satu di Kota Bandung.

​Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turun langsung ke lapangan bersama jajaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan PLN untuk membedah akar masalah di anak Sungai Cinambo tersebut, Kamis (8/1/2026).

Farhan menegaskan, banjir di kawasan ini tidak bisa diselesaikan dengan cara “setengah-setengah” atau parsial.

Menurutnya, kondisi sungai yang menyempit menjadi kendala utama yang harus segera dicarikan solusinya secara menyeluruh.

​”Kalau hanya dilihat kasat mata dari hilir, masalahnya tidak akan selesai. Sungai ini makin mengecil sehingga air tertahan. Artinya, penanganannya harus komprehensif dari hulu sampai ke hilir,” ujar Farhan di lokasi peninjauan

​Dalam sidak tersebut, ditemukan fakta menarik di lapangan. Berdasarkan informasi warga dan pantauan tim, ternyata ada material konstruksi lama yang runtuh di dalam gorong-gorong. Reruntuhan inilah yang menjadi “biang kerok” tersumbatnya aliran air saat hujan deras melanda.

​”Di dalam gorong-gorong ada runtuhan konstruksi lama yang membuat aliran air tidak lancar. Ini akan kita bersihkan dulu sebagai penanganan awal, sambil menunggu proses perencanaan yang lebih besar,” tegasnya.

​Farhan menyadari bahwa urusan sungai bukan hanya wewenang Pemkot Bandung semata. Mengingat status jalan dan aliran sungai yang melintas antar-wilayah, ia meminta koordinasi ketat dengan Kementerian PU.

​Bahkan, PLN pun turut dilibatkan. Pasalnya, di bawah tanah sekitar saluran air banyak tertanam jaringan kabel listrik yang rawan jika asal gali.

​”Kita harus sangat hati-hati karena sekarang banyak kabel PLN di bawah tanah. Semua langkah harus dikoordinasikan dengan PLN agar aman dan tidak menimbulkan risiko,” kata Farhan.

BACA JUGA  Kelurahan Panjunan: Masalah Sampah dan Stunting Jadi Cerita Masa Lampau

​Sebagai solusi jangka pendek, Farhan menginstruksikan pembersihan segera di kolong gorong-gorong. Sementara untuk solusi permanen, pihak Kementerian PU melalui perwakilannya, Ahmad, menyatakan akan segera melakukan asesmen teknis.

​”Nanti akan ada tim perencanaan untuk menghitung debit air dan catchment area-nya. Dari situ baru bisa ditentukan apakah perlu normalisasi, pelebaran crossing, atau pembangunan jembatan,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *